Bagikan berita ini

Indigo Incubator Batch Kedua 2015HarianTI.com – Sejak Selasa, 13 Oktober 2015 kemarin, Indigo Incubator Batch dua 2015 dari Telkom telah dibuka kembali untuk pemilik startup tanah air.

Setelah sukses menyelenggarakan Indigo Incubator dan Indigo Accelerator batch I di tahun 2015, maka dibuka kembali penerimaan startup batch II di Tahun 2015.

Program Indigo merupakan program pembinaan talent digital (startup) yang diselenggarakan Telkom untuk membangun ekosistem digitalpreneur di Indonesia, melalui fasilitas kreatif digital, pendanaan dan akses pasar untuk mempercepat industri kreatif digital Indonesia.

Berbeda dengan sebelumnya dimana penerimaan dan seleksi Program Indigo Incubator dan Program Accelerator dilakukan terpisah, maka mulai Batch II dan ke depan seleksi startup dilakukan secara bersama oleh Telkom Group terdiri dari Telkom Innovation & Design Center (IDeC), Divisi Digital Business (DDB), PT. Metra Digital Investama (MDI).

Batch II Hanya Menerima Innovative Product dan Innovative Business

Khusus untuk Indigo Incubator Batch 2 2015 panitia tidak lagi menerima karya inovasi yang masih dalam tahap Ide, karya yang akan diterima hanya untuk kategori Innovative product dan Innovative Business.

Inovative product adalah produk yang telah terbukti disukai oleh pengguna namun belum teruji dari segi revenue/bisnis. Sedangkan Inovative business adalah product yang telah terbukti disukai pasar dan teruji dapat mendatangkan revenue yang layak.

Untuk calon perserta, Indigo Incubator Batch ll tahun 2015 mulai tanggal 15-28 Oktober 2015 registrasi dan penerimaan proposal sudah dibuka dan dapat mengunjungi halaman indigo.id.

Pada program Indigo Incubator Batch dua ini, Telkom membuka empat kategori yakni:

Mobile & Personal Ecosytem

Sebagai contoh:

  • M2M: transportation/automotive, logistic
  • Digital Payment service menggunakan TCash
  • Internet of Things (misal service mobile apps untuk smart building, service untuk penumpang public transport, government, dll.)
  • Smart health sensors (berupa jam, gelang, kalung, dll.)
  • Personal Apps (game online, instant communication, messaging, voice, dll.)
  • Aplikasi untuk utilisasi 4G.

Home Ecosytem

Sebagai contoh:

  • Smarthome (metering, controller, surveilance, dll.)
  • Connectivity Apps (integrasi indihome, wifi id)
  • Aplikasi yg dapat dimanfaatkan sebagai value added, untuk mengoptimalkan penggunan IMS – IP Multimedia Subsystem, dll.

SME Ecosytem

Sebagai contoh :

  • Software/aplikasi yg bisa membuat UKM lebih kompetitif , ada profit instant , mudah digunakan , fair cost, dll.
  • Portal Pusat Penjualan Barang untuk UKM
  • Integrator pengiriman/delivery barang.

Smart City Government & Public Service

Sebagai contoh:

  • Aplikasi Smart Water Metering
  • Aplikasi Smart Parking
  • service untuk penumpang public transport, government, dll
  • Aplikasi NMS untuk memonitor trafik (MRTG) penggunaan internet di desa broadband dan BTS – Base Transceiver Station
  • Aplikasi untuk memonitor turis lokal/ mancanegara selama berada di Indonesia (jumlah, destinasi, durasi, aktifitas, dll.)
Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: