Bagikan berita ini

Memanfaatkan teknologi, aplikasi Groceria ingin merevolusi cara belanja di pasar tradisional dengan smartphone

aplikasi android groceriaHarianTI.com –  Groceria, salah satu perusahaan startup yang berpusat di Surabaya mencoba memberikan solusi untuk masyarakat yang ingin berbelanja dan mendapatkan harga barang yang murah di pasar tradisional.

Groceria memanfaatkan teknologi dan informasi dalam bentuk aplikasi yang bisa diakses melalui smartphone Android dan iOS.  Aplikasi Groceria memungkinkan penggunanya memesan barang kebutuhan sehari-hari dari pasar-pasar tradisional setempat favorit mereka.

Konsumen akan disuguhkan dengan sejumlah kategori sembako yang dapat dipilih sesuai kebutuhan belanja lengkap dengan informasi harga, jumlah takaran, deskripsi hingga proses transaksi.

Belanjanya sendiri secara fisik akan dilakukan oleh professional shopper atau ninja shopper, yang telah dididik oleh Groceria sehingga dapat memilihkan barang belanjaan Anda dengan kualitas terbaik.

Melalui aplikasinya, Groceria menerapkan biaya layanan yang akan dikenakan kepada konsumen setiap kali melakukan pemesanan sembako.

Bekerja sama dengan instansi pemerintah, pemasok dan pedagang pasar tradisional setempat Groceria mencoba merevolusi kembali pasar tradisional dengan cara memenuhi kebutuhan petani, pemasok dan pedagang yang ingin dagangannya laku di pasar.

Jadi bagi masyarakat, Groceria akan sangat membantu karena membuka channel khusus untuk berbelanja keperluan dapur yaitu melalui aplikasi smartphone tanpa perlu repot-repot ke pasar.

Berperan sebagai layanan belanja sembako digital, Groceria membantu petani, pemasok dan pedagang di pasar tradisional dengan sistem  terintegrasi yang efisien berupa penyaluran komoditas dari petani sampai ke konsumen.

Dengan demikian, diharapkan pihak-pihak tersebut nantinya tidak kehilangan pembeli dan bisa berkompetisi dengan pasar modern. Aplikasi Groceria Android

Seperti informasi yang diterima HarianTI.com disebutkan dari sisi lain, Groceria juga membantu membantu pemerintah Indonesia dalam mengkontrol harga komoditas, sehingga harga yang sampai ke konsumen akan jauh lebih murah dari sebelumnya.

Sementara ini aplikasi sembako digital Groceria baru terbatas beroperasi di kota Surabaya. Kedepannya kota lainnya di kawasan Jabodetabek juga akan menjadi target operasi selanjutnya.

Groceria sendiri didirikan oleh empat orang co-founder yakni Umar A Aziz Hubeis, Bilal Luqman Bayasud, Fawwaz Baraja, Faris Bin Umar.

Sejak di launching versi beta Juni lalu Groceria sudah berhasil menggaet sebanyak 500 pengguna dengan prosentase pengguna aktif lebih dari 30%.

Untuk memulai berbelanja kebutuhan sehari-hari, layaknya di pasar tradisional, masyarakat cukup mendapatkannnya di toko aplikasi Android dan iOS.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: