Bagikan berita ini
Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia ADEI
Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia ADEI

HarianTI.com – Mulai 1/2/2016, Indonesia resmi memiliki Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI) yang merupakan suatu wadah berkumpulnya para pelaku usaha, akademisi, praktisi, peneliti dan insan yang bergerak dalam bidang digital di Indonesia.

Mempercepat pemanfaatan teknologi digital di semua sektor Industri. Menumbuhkan dan mewujudkan ekonomi digital yang berdikari, berdaulat dan berkepribadian Indonesia.

“Para pelaku usaha digital, praktisi digital dan akademisi yang memiliki passion di ranah digital harus bersatu untuk mencapai tujuan tersebut”, jelas Frans Budi Pranata, former CFO Zalora sekaligus Ketua Dewan Pembina ADEI pada acara Deklarasi yang dilaksanakan di Marquee, Cyber Tower 2 Jakarta (1/2).

Sementara, Bari Arijono CEO & Founder Digital Enterprise Indonesia sekaligus Ketua Umum ADEI mengungkapkan “Hadirnya ADEI berfungsi sebagai hub yang membantu para pelaku industri dan Pemerintah dalam berbagai aspek untuk mempercepat pemanfaatan teknologi digital, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan digipreneur ”,

Ketua Panitia Deklarasi ADEI sekaligus CEO Brilliant Digital Academy. Pihaknya berharap kehadiran ADEI bisa menjadi mitra pemerintah maupun dunia industri digital Indonesia maupun masyarakat luas sehingga dapat memanfaatkan kecanggihan dan perkembangan tekhnologi digital yang demikian cepat untuk kesejahteraan umat manusia.

Di tahun 2016 ini ADEI berencana untuk membangun 1 juta Waroeng Digital yang akan di luncurkan sekitar Bulan Juni.

Warung Digital merupakan kerjasama ADEI dengan UMKM maupun para pedagang/toko kelontong untuk memanfaatkan teknologi digital agar tetap survive dalam persaingan di era digital. “Tujuannya selain menaikkan taraf hidup pelaku usaha, tentu juga turut serta membudayakan gaya hidup mobile, cashless dan online”,tambah Bari Arijono.

Adapun manfaat bergabung dengan Waroeng Digital antara lain adalah :

1. Mendapatkan kemudahan kredit untuk aktivasi paket smartphone & aplikasinya.
2. Pelatihan dan pembinaan bisnis UKM Digital.
3. Membangun rumah sederhana untuk para pelaku usaha UKM dengan model crowdfunding.

Sementara itu, Program jangka panjang ADEI adalah :

– Pengembangan talent digital, standarisasi keahlian dan sertifikasi digital.
– Pendampingan proses transformasi industri ke arah bisnis digital
– Memberikan kemudahan akses finansial untuk pengembangan usaha digital
– Menyatukan eco-system digital di Indonesia agar siap menghadapi MEA dan persaingan dari luar
– Mengusulkan, membangun dan mengembangkan DNA (Digital National Agenda) bersama pemerintah maupun swasta.

“Deklarasi ADEI ini diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat perkembangan perekonomian digital di Indonesia, tidak hanya dibidang e-commerce tetapi diseluruh bidang perekonomian,”tambah Lyra Puspa.

ADEI digagas pada bulan Oktober 2015 oleh beberapa pelaku industri digital, antara lain : Frans Budi Pranata (former CFO Zalora Indonesia), Bari Arijono (CEO & Founder Digital Enterprise Indonesia), Handito Joewono (Chief Arrbey Consulting), Bayu Prawira Hie (CEO Intellectual Business Community), Prof. Roy Sembel (Dean IPMI Business School), Alfred Boediman (VP of Samsung R&D Institute Indonesia), Agus Nurudin (CEO Nielsen Indonesia), Herwinto Sutantyo (XL Digital Business Advisor), Joedi Wisoeda (Ascend Country Director), Michael Abimanyu (Chairman DEI), Wilson Partogi (CEO Ladova) dan Aries Nugroho (former MD Edelman)

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: