Bagikan berita ini

Siapkan dana US$ 1 Juta Baidu Indonesia mulai awal tahun 2016 cari startup berkualitas di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta untuk dibawa ke pasar Tiongok.

Baidu Indonesia Cari Startup Indonesia
Mulai awal 2016, Baidu Indonesia Cari Startup Berkualitas di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta

HarianTI.com – Memasuki tahun ketiga di  Indonesia, Baidu Baidu Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) beberapa waktu lalu meluncurkan Program Pengembangan Ekonomi dan Ekosistem Berbasis Internet sebagai upaya mengembangkan industri kreatif digital di Indonesia.

Baidu akan menjalankan dua agenda kerja dalam program tersebut, yaitu Program “Grow Local” untuk mengembangkan industri digital Tanah Air serta mendukung startup dan pengembang aplikasi lokal.

Selanjutnya adalah program “Go Global” untuk membuka akses bagi produk digital Indonesia memasuki pasar global, khususnya Tiongkok, melalui platform Baidu. Kedua agenda kerja ini merupakan program kerja jangka panjang, yang prosesnya akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2015.

Melalui program ini, Baidu mendukung startup dan para pengembang aplikasi lokal,  turut serta mengembangkan industri digital Tanah Air dengan membuka akses bagi mereka untuk memasuki pasar Tiongkok.

Baidu Indonesia juga menyediakan 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 14 miliar dalam bentuk investasi marketing dan teknologi yang disediakan melalui berbagai platform yang dimiliki oleh Baidu.

“Kami akan memulai roadshow pencarian startup pada Januari atau Februari tahun depan. Nantinnya akan terbagi dalam dua cycle dalam satu tahun,” kata Iwan Setiawan, Marketing Manager Baidu Indonesia.

Pada tahun pertama pelaksanaan program ini, Baidu mengharapkan dapat menyaring sedikitnya 15 startup lokal untuk mendapatkan dukungan penuh dari Baidu Indonesia dan membuka akses bagi 75 aplikasi lokal menuju pasar Tiongkok.

Baidu hanya akan memilih startup-startup asal Indonesia yang memang benar-benar berkualitas bagus. “Yang akan disaring hanya 15 dan tak semua startup terpilih akan dibawa ke pasar Tiongkok,” ungkap Iwan Setiawan.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: