Bagikan berita ini

Amerika Protes soal regulasi aturan kebijakan TKDN 40 persen smartphone IndonesiaHarianTI.com – Regulasi Total Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 40% smartphone yang diproduksi ataupun dijual di Indonesia harus memiliki kandungan lokal rupanya menuai protes dari pemerintah Amerika Serikat dan berpotensi bertentangan dengan hukum internasional di bawah naungan World Trade Organisation (WTO). Bagaimana bisa ?

Pemerintah Amerika Serikat melalui US Trade Representative (USTR) menilai regulasi TKDN 40%  terhadap kandungan lokal dalam smartphone berpotensi akan membatasi akses terhadap teknologi dan meningkatkan biaya perusahaan.

“AS turut memperhatikan isu itu dan dengan kuat mendukung untuk memastikan teknologi informasi dan komunikasi, yang bisa berperan penting dalam perkembangan ekonomi, tersedia secara terbuka di Indonesia,” kata juru bicara USTR.

Tak tanggun-tanggung, protes Amerika terhadap Total Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 40% Indonesia langsung ditujukan kepada Menkominfo Rudiantara melalui surat yang disampaikan oleh lembaga American Chamber of Commerce (AmCham) pada 12 Februari lalu. Bahkan mereka akan membawa wacana penerapan aturan TKDN tersebut ke forum multinasional.

Isi surat protes Amerika Serikat terkait kebijakan TKDN 40% berisi isu terhadap pembatasan teknologi, biaya hingga pasar gelap.

“Kami khawatir kalau pendekatan yang diambil dalam draft regulasi ini bisa membatasi akses pada teknologi baru, meningkatkan ongkos ICT untuk perusahaan Indonesia, meningkatkan pasar gelap ponsel, dan juga membawa konsekuensi lain,” tulis AmCham dalam suratnya, seperti dikutip dari Reuters.

Memperkuat pernyataan tersebut, kepala AmCham Indonesia berpendapat Indonesia masih bermasalah dalam hal rantai suplai ponsel.

“Satu hal yang besar yang diperhatikan banyak perusahaan, dan bukan hanya perusahaan Amerika, adalah Indonesia kekurangan rantai suplai untuk memproduksi ponsel kualitas tinggi,” ucap Lin Neumann, kepala AmCham Indonesia.

“Kebijakan untuk memaksa lokalisasi aktivitas manufaktur bisa memiliki implikasi soal kewajiban Indonesia pada WTO,” tulis surat AmCham.

Saat ini US Trade Representative (USTR) tengah mencoba melobi pemerintah Indonesia soal kebijakan TDKN dengan harapan aturan tersebut bisa diperingan.

Aturan TKDN itu rencananya akan dirampungkan pada Maret mendatang dan akan implementasikan penuh di Indonesia mulai awal Januari 2017.

Meski menuai protes Amerika,  aturan TKDN 40% menurut Menkominfo Rudiantara akan membawa Indonesia pada tahap negara yang punya andil terhadap industri smartphone tanah air dan tidak hanya menjadi pasar smartphone.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: