Bagikan berita ini

eFishery dapatkan investasi Pra-Seri A dari Aqua-spark dan IdeosourceHarianTI.com – eFishery, produsen alat pemberi pakan ikan pintar (smart fish feeder) asal Indonesia, hari ini mengumumkan telah mendapatkan investasi pra-seri A dari Aqua-spark, dana investasi berbasis di Belanda, dan modal ventura asal Indonesia bernama Ideosource.

eFishery akan bergabung di jaringan besar Aqua-spark yang berisikan para ahli, organisasi, institusi, dan perusahaan portofolio yang saling bekerja sama untuk menciptakan bisnis hebat dan membangun industri akuakultur global. Digabungkan dengan keahlian Ideosource di bidang teknologi Indonesia, kedua investor akan dapat mendukung visi jangka panjang eFishery.

Dengan pengumuman ini, eFishery telah menjadi salah satu startup IoT pertama yang mendapatkan investasi dari modal ventura.

Dana investasi yang tak diungkapkan berapa besarnya tersebut, kedepan akan digunakan untuk mengembangkan jaringan distribusi eFishery hingga ke skala nasional, dan juga untuk melakukan perekrutan. Mereka akan menjangkau lebih banyak distributor, menemukan mitra lokal, dan mengembangkan pangsa pasarnya secara agresif di Indonesia. Saat ini produk eFishery baru tersedia di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra.

“Kami sangat bersemangat ingin memecahkan tantangan global dalam hal pemberian pakan ikan bersama eFishery,” ujar Amy Novogratz, Partner di Aqua-spark.

“eFishery merupakan contoh sempurna sebuah perusahaan yang sedang menyelesaikan masalah nyata di pasar yang menguntungkan,” jelas Andrias Ekoyuono, VP of Business Development at Ideosource.

Sebagai startup Internet of Things (IoT) di bidang peternakan ikan dan udang, eFishery ingin menyediakan solusi berbasis teknologi yang inovatif dengan harga terjangkau di industri akuakultur komersil dalam proses pemberian pakan otomatis menggunakan sensor untuk mengukur nafsu makan ikan dan memberikan pakan dalam dosis yang dibutuhkan.

Didesain untuk peternak skala kecil dan besar, sistem eFishery bisa menangkap nafsu makan, mendistribusikan makanan secara otomatis, dan memberikan laporan konsumsi makanan di smartphone peternak secara real time.

“Masalah yang kita coba pecahkan ialah tidak efisien nya kegiatan pemberian pakan di bisnis peternakan ikan,” jelas Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy, Co-Founder dan CEO eFishery dalam keterangan tertulisnya kepada HarianTI.com.

“Saya menemukan masalah ini saat menjadi peternak ikan juga dulu. Para pekerja memberi pakan ikan secara tidak efisien, dan peternak tidak memiliki teknologi apapun untuk mengendalikan proses pemberian pakan. Kami menciptakan produk ini untuk membuat bisnis peternakan ikan dan udang menjadi semakin efisien, nyaman, dan memiliki akuntabilitas,” tambah Gibran.

Potensi Pasar eFishery

eFishery berpotensi dapat menentukan standar baru untuk bisnis akuakultur dan membuat industrinya semakin transparan, berbasis data, dan akuntabel – semua faktor yang akan membuat semua bisnis di sektor ini menjadi lebih menarik di mata investor.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), lebih dari 96 persen aktivitas peternakan ikan di seluruh dunia terkonsentrasi di Asia. Di Indonesia saja, pangsa pasar industri akuakultur bernilai sebesar Rp 76 triliun.

Dalam dua tahun terakhir, eFishery telah menjual ratusan unit pemberi pakan. Terdapat lebih dari 17.000 peternakan ikan dan udang yang sedang berdiskusi dengan eFishery untuk menjadi klien, beberapa diantaranya merupakan bisnis dari Thailand, Singapura, India, Tiongkok, Brazil, dan sejumlah negara di Afrika.

Model Bisnis eFishery

eFishery menawarkan alat pemberi pakan pintar kepada peternak dan distributor  serta menerapkan biaya langganan pemakaian software yang digunakan untuk memonitor dan menganalisa aktivitas pemberian pakan ikan secara real time di smartphone atau tablet tiap bulannya. Rata-rata, sistem pemberian pakan otomatis eFishery mengurangi jumlah makanan yang digunakan sebesar 21 persen.

eFishery akan segera mengembangkan platform software-nya, menciptakan dashboard yang lebih baik untuk pengguna, dan menambah berbagai fitur dan kompatibilitas ikan dalam alatnya. Untuk melakukan hal itu, perusahaan akan merekrut talenta terbaik di bagian teknologi (hardware dan software) dan juga di bagian akuakultur.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: