Bagikan berita ini
Hackathon Merdeka 2.0 Sydney Australia
Hackathon Merdeka 2.0 Sydney Australia

HarianTI.com – Pada 24-25 Oktober nanti, Hackathon Merdeka kembali mencari para programmer TI tanah air yang bisa membantu menyelesaikan masalah data kependudukan.

Hackathon Merdeka 2.0 diikuti oleh 28 kota di Indonesia ternyata telah menarik antusiasme masyarakat dan komunitas IT yang cukup signifikan. Dalam penutupan registrasi tanggal 17 Oktober, beberapa kota telah menerima pendaftaran yang lebih banyak dari kuota.

Meksi demikian, pendaftaran sesudah tanggal ini masih dapat dilakukan secara manual dengan panitia-panitia lokal setempat hingga hari H.

Menurut situs Hackathon Merdeka, acara yang diadakan untuk mengisi semangat Sumpah Pemuda ini akan diadakan serentak di 28 kota di Indonesia untuk turut merayakan Sumpah Pemuda 28 Oktober. Diantaranya, Banda Aceh, Toba, Medan, Belitung, Balikpapan, Palembang. Ada pula di Tangerang, Bogor, Bandung, Malang, Jogja, Semarang, Surabaya.

Para programmer atau developer di daerah-daerah itu dihadapkan dengan sejumlah masalah- masalah kependudukan tanah air, seperti: KTP, BPJS, Akta Kelahiran, Warga Miskin/Dhuafa, anak putus sekolah, anak berprestasi/berpotensi, antrian rumah sakit, pencarian kerja dan pengangguran. Hackathon Merdeka 2.0 diharap mampu mematangkan sinergi antara Pemerintah, Komunitas TI dan industri startups.

Pendaftaran Hackathon Merdeka 2.0 yang dilakukan di http://hackatonmerdeka.id telah ditutup pada 17 Oktober 2015, namun pendaftaran sesudah tanggal ini masih dapat dilakukan secara manual dengan panitia-panitia lokal setempat hingga hari H.

Antusiasme Hackathon Merdeka 2.0 Hingga Australia

Untuk pertama kalinya, Hackathon Merdeka 2.0 juga akan  diikuti oleh warga Indonesia yang berada di negeri Kanguru, Australia. Event tersebut direncanakan akan dipusatkan di Level 20, World Square 680 George Street Sydney, New South Wales sebagai lokasi Hackathon Merdeka 2.0.

Salah satu warga Indonesia di Asutralia yang ikut mendukung sekaligus partner mitra kompetisi Hackathon Merdeka 2.0 adalah Willix Halim, wakil presiden dari Freelancer.com.

“Hingga saat ini sudah ada 15 orang software engineer dan mahasiswa, kebanyakan dari Sydney, yang mendaftar,” tambahnya,” ungkap Willix Halim, wakil presiden dari Freelancer.com, seperti dikuti dari Detikcom.

Nantinya peserta Hackathon Merdeka 2.0 di Australia akan melakukan coding selama 24 jam, dimulai Sabtu pagi 24 Oktober mendatang.

Sebagai hadiahnya, bagi warga Indonesia di Australia pemenang Hackathon Merdeka 2.0 akan mendapatkan hadiah berupa Apple Macbook Air untuk juara 1 dan voucher belanja ratusan dolar di salah satu toko elektronik ternama di Australia.

Bagi warga Indonesia yang berada di Australia dapat berpartisipasi dengan melakukan registasi di halaman Hackathon Merdeka 2.0 Australia.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: