Bagikan berita ini

Diikuti oleh 28 kota di Indonesia, pendaftaran peserta Hackathon Merdeka 2.0 Sumpah Pemuda melebih dari target yang diharapkan

Hackathon Merdeka 2.0 Kompetisi Hackathon Terbesar di Dunia
Presiden Jokowi bersama Menkominfo Rudiantara dan panitia Code4Nation Hackathon Merdeka 1.0

HarianTI.com – Pelaksanaan kompetisi pembuatan aplikasi nasional, Hackathon Merdeka, ternyata telah menarik antusiasme masyarakat dan komunitas IT yang cukup signifikan. Dalam penutupan registrasi tanggal 17 Oktober (yaitu hari ini, hari terakhir untuk melakukan pendaftaran), beberapa kota telah menerima pendaftaran yang lebih banyak dari kuota.

Kali ini, Code4Nation bekerja sama dengan Telkom Indonesia sebagai partner nasional. Dalam kesempatan Hackhathon Merdeka 1.0 Agustus 2015 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi acara yang dibuat kawan-kawan forum TI ini. Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengajak kementerian terkait untuk mendevelop aplikasi para jagoan TI di Hackathon Merdeka 1.0.

Pada 24-25 Oktober nanti, Hackathon Merdeka kembali mencari para programmer TI tanah air yang bisa membantu menyelesaikan masalah data kependudukan sebagaimana informasi resmi yang diterima HarianTI.com (17/10/2015).

Para programmer atau developer di daerah-daerah itu dihadapkan dengan sejumlah masalah- masalah kependudukan tanah air, seperti: KTP, BPJS, Akta Kelahiran, Warga Miskin/Dhuafa, anak putus sekolah, anak berprestasi/berpotensi, antrian rumah sakit, pencarian kerja dan pengangguran. Hackathon Merdeka 2.0 diharap mampu mematangkan sinergi antara Pemerintah, Komunitas TI dan industri startups.

Pendaftaran Hackathon Merdeka 2.0 akan ditutup hari ini (17 Oktober 2015) dan dapat dilakukan di situs http://hackatonmerdeka.id, namun pendaftaran sesudah tanggal ini masih dapat dilakukan secara manual dengan panitia-panitia lokal setempat hingga hari H.

Antusiasme Hackathon Merdeka 2.0

28 kota peserta Hackathon Merdeka 2.0
Hackathon Merdeka 2.0 diikuti 28 kota di Indonesia

Menurut situs Hackathon Merdeka, acara yang diadakan untuk mengisi semangat Sumpah Pemuda ini akan diadakan serentak di 28 kota di Indonesia untuk turut merayakan Sumpah Pemuda 28 Oktober. Diantaranya, Banda Aceh, Toba, Medan, Belitung, Balikpapan, Palembang. Ada pula di Tangerang, Bogor, Bandung, Malang, Jogja, Semarang, Surabaya.

Yang juga membanggakan, ternyata angka pendaftaran Hackathon Merdeka ini nyaris melampaui jumlah peserta Hackathon terbesar di dunia yang melibatkan 1,214 peserta pada tahun 2013 yang diselenggarakan di AS (https://www.quora.com/Whats-the-largest-hackathon-ever-held). Dapatkah Indonesia menjadi pemecah rekor penyelenggaraan Hackathon terbesar di dunia di tahun 2015 ini?

Bahkan, Hackathon Merdeka 2.0 yang akan diadakan ini juga bakal diikuti oleh warga Indonesia yang berada di negara Kanguru, Australia.

Code4Nation juga berharap acara ini menjadi titik awal bagi masyarakat (komunitas TI) unutk berkontribusi lebih banyak kepada negeri, sekaligus menjadi kesempatan pemerintahan Jokowi – JK untuk lebih mewujudkan demokrasi dengan mengajak masyarakat bersama-sama memecahkan permasalahan bangsa.

Hackathon Merdeka merupakan sebuah inisiatif dari Code4Nation.org sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi guna memecahkan permasalahan bangsa. Code4nation.org diharapkan dapat menjadi pemersatu ahli-ahli TI Indonesia sehingga semakin banyak talenta di Indonesia yang peduli dan berkontribusi bagi Negara. Penggagas inti Code4Nation termasuk Ainun Najib, Willson Cuaca, Marina Kusumawardhani, Irvan Putra, Khairul Anshar, Sofian Hadiwijaya, Agung Nugroho, Michel Alexandre Salim dan Sabaruddin Adinugroho. Informasi lebih lengkap: www.code4nation.org.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: