Bagikan berita ini

Market share pangsa pasar smartphone Indonesia Q4 2014 menurut CounterPoint ResearchHarianTI.com – Pasar smartphone di Indonesia naik  menjadi 12 persen di Q4 ,2014 lalu. Kenaikan tersebut turut dipengaruhi oleh eksistensi produk smartphone buatan vendor lokal. Berikut informasi posisi penguasa pangsa pasar market share smartphone di Indonesia Q4 tahun 2014 menurut CounterPoint Research.

Meski menjadi pemimpin kuat smartphone di Indonesia dengan angka 26 % , Samsung sepertinya harus mewaspadai ancaman dari dua vendor smartphone lokal, Evercoss dan Smartfren.

Dari data CounterPoint Research, Smartfren memiliki pangsa pasar produk di Indonesia sebesar 15,4 % yang menjadikannya sebagai merek smartphone nomor dua di Indonesia tepat di bawah Samsung.

Sedangkan Evercoss  kini berada di posisi ketiga sebagai produsen ponsel lokal dari segi jumlah  market share smartphone di Indonesia sebesar 13,4  %.

Evercoss terus menjadi salah satu merek Top 3 baik di pasar secara keseluruhan dan smartphone. Namun pengiriman secara keseluruhan dan smartphone menurun secara berurutan.

Di posisi keempat dikuasai oleh Oppo. Aktif meluncurkan smartphone kelas premium dan kampanye yang agresif ternyata membuahkan hasil bagi mereka dengan angka market share 8,8 % di Indonesia dengan pertumbuhan secara sekuensial sebesar 60%.

Produsen smartphone lokal lainnya seperti Xiaomi, yang memasuki pasar mulai September 2014 lalu, mengapalkan sekitar 0,1 juta unit sepanjang kuartal itu, berkat strategi penjualan online dan offline.

Konsultan CounterPoint Research, Tina Lu menilai posisi Smartfren tersebut karena dipengaruhi oleh faktor seri smartphone yang mereka keluarkan, termasuk peningkatan jumlah pengapalan smartphone untuk harga di bawah Rp1 juta, seperti Andromax C3, C2, dan G2.

Srategi penjualan smartphone yang pintar untuk dapat bersaing mengusai pasar smartphone menjadi senjata para produsen smartphone di Indonesia.

Menurut Counterpoint, pamor merek lokal akan semakin besar sejalan dengan adanya peraturan baru yang direncanakan pemerintah terkait Rencana Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40 persen diperkirakan membuat impor ponsel dan smartphone lebih murah lagi.

Analis CounterPoint Research pun menilai hal serupa. “Merek lokal memiliki posisi yang cukup kuat di Indonesia, juga di Bangladesh dan India. Di tiga negara itu, pangsa pasar merek lokal yang bergantung pada perakitan di Tiongkok itu, masing-masing sekitar 50 persen, 62 persen, dan 52 persen,” ungkap Tarun Pathak Sr. Analis Counterpoint research.

 

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: