Bagikan berita ini

Kartu SIM Gemalto Indosat dan TelkomselHarianTI.com – MenurutĀ  bocoran laporan whistleblower Edward Snowden melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Inggris sudah berhasil menembus sistem pembuat chip terbesar di dunia, Gemalto dan melakukan mata-mata.

Gemalto merupakan produsen chip untuk kartu kredit dan ponsel (kartu SIM) berbasis di Amsterdam, Belanda. Dalam dokumen Snowden, aksi mata-mata dalam bentuk penyadapan sudah dilakukan pada tahun 2010 lalu.

NSA bersama agen intelejen AS berhasil membongkar enkripsi kunci dari Gemalto untuk bisa masuk ke kartu SIM. Snowden menyebutkan setidaknya ada 450 operator sukses disadap dalam beberapa tahun terakhir sejak kartu SIM dibuat.

Kabar tersebut merembet ke dalam negeri, dua operator seluler Indonesia , Indosat dan Telkomsel diketahui menggunakan chip kartu SIM Gemalto yang saat ini santer dikabarkan berhasil disadap pihak Amerika, NSA dan Inggris.

Telkomsel melalui Vice President (VP) Corporate Communication Adita Irawati, mengakui secara langsung bahwa beberapa kartu SIM miliknya merupakan buatan Gemalto.

“Iya, kami memang memakai Gemalto di samping vendor-vendor lainnya. Namun yang perlu dipertegas, kita selalu menjunjung tinggi GCG (Good Corporate Governance) dan patuh pada ketentuan yang berlaku dalam memilih vendor,” ungkap Adita Irawati.

Hal sama juga diakui Indosat yang memakai jasa Gemalto untuk membuat dan memproduksi beberapa kartu SIM Indosat yang kini beredar menurut Adrian Prasanto, Division Head Public Relations Indosat.

Menanggapi kabar tersebut, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan melakukan verifikasi ke sejumlah operator di Indonesia terkait kasus penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat dan Inggris terhadap produsen kartu SIM, Gemalto.

Meski menggunakan chip kartu SIM buatan Gemalto, Indosat dan Telkomsel memberikan pernyataan keyakinanya bahwa pihaknya sangat berhati-hati dan mengutamakan keamanan pelanggannya.

“Namun yang perlu dipertegas, kita selalu menjunjung tinggi GCG (Good Corporate Governance) dan patuh pada ketentuan yang berlaku dalam memilih vendor,” jelas Adita Irawati, Vice President (VP) Corporate Communication Telkomsel.

“Kendati kita menggunakan Gemalto untuk membuat kartu SIM tersebut, sampai saat ini kita masih percaya bahwa Gemalto menjaga dengan benar keamanannya,” kata Adrian Prasanto, Division Head Public Relations Indosat.

 

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: