Bagikan berita ini
Alasan Telkom blokir Netflix di Indonesia
Alasan Telkom blokir Netflix di Indonesia

HarianTI.com – Terhitung sejak 27 Januari 2016 pukul 00:00 wib kemarin, akses layanan streaming film Netflix di Indonesia diblokir Telkom Indonesia. Kebijakan yang ditempuh Telkom tersebut sontak menimbulkan banyak keluhan dari pelanggan Netflix di tanah air.

Padahal Layanan Netflix masih gratis di Indonesia hingga 7 Februari mendatang. Setelah itu, pelanggan harus membayar biaya langganan bulanan dengan tarif Rp 109.000 hingga Rp 169.000.

Pemblokiran terhadap Netflix Indonesia oleh Telkom tersebut bukan tanpa alasan yang mendasarinya. Pasca aksi penutupan akses tersebut, petinggi-petinggi Telkom dengan cepat memberikan paparan resminya.

Netflix Diblokir, Telkom Melindungi Pelanggan

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo, mengatakan bahwa pemblokiran yang dilakukan disebabkan karena Netflix belum memenuhi regulasi yang ada di Indonesia.

Konten Netflix melanggar Pasal 57 di mana setiap film yang akan diedarkan wajib memperoleh surat tanda lulus sensor. Untuk sementara, kami memblokir layanan Netflix karena belum memenuhi regulasi yang ada di Indonesia,” ujar Arif.

Lanjut, Arif, pemblokiran layanan video streaming asal California, Amerika Serikat demi melindungi konsumen dan masyarakat Indonesia.

Langkah ini juga merupakan dukungan Telkom sebagai BUMN kepada pemerintah selaku regulator agar Netflix segera melakukan pembicaraan dengan regulator ataupun operator untuk memberikan kepastian layanannya kepada masyarakat Indonesia,” jelas Arif.

Di sisi lain, sejak masuk Indonesia Januari, Netflix pun tak luput dari pro dan kontra. Netflix pun harus berhadapan langsung dengan Lembaga Sensor Film (LSF) yang meminta pemerintah untuk memblokirnya lantaran koleksi film-film yang ditayangkannya tidak melalui proses sensor.

Netflix di Indonesia Tak Berbadan Hukum

Meski sudah masuk Indonesia, Netflix belum bersatatus berbadan hukum yang disebut Badan Usaha Tetap (BUT). Dari kacamata Telkom, Netflix belum mengantongi izin usaha di Indonesia serta memiliki contact point layanan untuk memudahkan konsumennya.

Netflix diwajibkan untuk patuh terhadap Undang-undang yang berlaku di Indonesia, mulai dari harus memiliki kantor dan ada karyawannya di Indonesia.

Seperti yang dicontohkan oleh Arif, di Vietnam, pemerintah setempat saat ini meminta Netflix untuk memiliki izin dari regulator.

Di Singapura dan Italia, Netflix pernah diblokir dan Netflix mematuhi regulasi yang berlaku negara tersebut,” kata Arif Prabowo.

Direktur Konsumer Telkom Dian Rachmawa,turut memperkuat alasan pemblokiran Netflix oleh Telkom dalam pernyataannya. “Kami ini Badan Usaha Milik Negara, harus menjadi contoh dan menegakkan kedaulatan Negara Kedaulatan Republik Indonesia dalam berbisnis. Kita maunya kalau berbisnis itu harus mematuhi aturan Indonesia,” ungkap Dian Rachmawa.

Dijelaskannya, jika ada kerjasama antara Netflix dan Telkom, konten yang mengandung kekerasan dan pornografi bisa tersaring untuk pelanggan IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.

Kalau kerjasama langsung, kita bisa kelola Netflix melalui platform yang dimiliki Telkom,” jelas Dian.

Tidak Ada Kerjasama dengan Operator Telekomunikasi

Hingga saat ini tidak ada langkah Netflix untuk mendistribusikan layanan streaming video miliknya bekerjasama dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Hal tersebut juga disoroti oleh Dian dalam pernyataannya.

Di luar negeri Netflix kerjasama dengan beberapa operator, masa di sini tidak? Padahal, jika kerjasama dengan operator lokal banyak manfaat didapatkan kedua belah pihak,” ungkap Dian.

 

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: