Bagikan berita ini

KapanLagi Network Hadirkan Pengalaman Android Terbaik di Indonesia Melalui Oomph

kerjasama konten Kapan Lagi Network KLN dengan oomph
Kerjasama Kapan Lagi Network Bersama Oomph

HarianTI.com – Oomph, salah satu penyedia konten perangkat Android terdepan di Indonesia, hari ini (9/10/2015) mengumumkan telah menjalin kerjasama dengan KapanLagi Network (KLN), perusahaan media online terbesar di tanah air.

Dengan kemitraan ini, Oomph akan mendistribusikan berita dan konten dari seluruh merek media KLN, termasuk di dalamnya KapanLagi, Merdeka, Muvila, Fimela, dan Bola Net.

Untuk pengguna, aliansi baru antara Oomph dengan KLN sangatlah penting. Sekarang pengguna Oomph bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan game berkualitas tinggi, dan juga mengikuti perkembangan berita terbaru tiap harinya.

Sejak mendapatkan investasi dari  IMJ Investment Partners di bulan Februari, hingga saat ini Oomph memiliki pertumbuhan signifikan dalam jumlah penggunanya di Indonesia dengan lebih dari 7 juta pengguna aktif teregistrasi.

Dengan lebih dari 30 juta pengguna potensial, komunitas developer yang berkembang, dan lebih dari 13 merek media, perusahaan penyedia konten perangkat mobile Oomph memiliki jangkauan yang sangat luas di Indonesia.

Dengan lebih dari 68 juta pembaca tiap bulannya, KLN berharap dapat menambah angka itu melalui kerjasama dengan Oomph.

“Partnership dengan Oomph merupakan salah satu upaya KLN untuk memberikan konten terbaik kepada para pembaca. Hadirnya KLN menjadi partner Oomph diharapkan bisa memberi user experience baru bagi user Oomph, di mana mereka bisa membaca konten terbaru sembari memilih game serta aplikasi yang hendak mereka install,” jelas Billy Suryajaya, COO KLN dalam keteranganya kepad HarianTI.com.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan KapanLagi Network sebagai salah satu portal media terbesar di Indonesia. Selain menambahkan konten, kami berharap para pengguna juga akan menghabiskan waktu lebih banyak bereksplorasi di dalam aplikasi kami,” ujar Arthur Chua, Co-Founder dan CEO Oomph.

Di dalam pasar perangkat mobile yang kian memanas, kedua firma akan terus membangun industri konten Android Indonesia secara agresif. Penetrasi smartphone di Indonesia diprediksi akan mencapai 37,5 persen pada tahun 2017. Untuk informasi dan data lebih lanjut, atau permintaan wawancara, silakan hubungi perusahaan lebih lanjut.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: