Bagikan berita ini

IN.GAME 2015 Indonesia Indie Game Festival YogyakartaPertama diselenggarakan, IN.GAME Fest 2015 salah satu acara IN.GAME 2015 berhasil sihir 24 game developer lokal dari berbagai kota di Indonesia datang ke Yogyakarta.

HarianTI.com – Bagaimana jadinya jika game developer atau studio game dari penjuru kota di Indonesia berkumpuldalam satu event ? Inilah yang terjadi dalam perhelatan Indonesia Indie Game Festival (IN.GAME 2015) di Yogyakarta.

Kamis, 13 Agustus 2015 perhelatan akbar IN.GAME Fest 2015 resmi dibuka penyelenggaraanya yang bertempat di co-working space Jogja Digital Valley dan diagendakan berakhir pada 16 Agustus 2015.

Acara ini merupakan kali pertamanya diadakan oleh komunitas game developer lokal yang diprakarsai oleh komunitas game developer Jogja (GameLan) dan didukung oleh komunitas kota yakni  Semarang (SMG), Surabaya (GADAS), Bandung (GDB), Bali (BgDe), Salatiga (SALAD), Asosiasi Game Indonesia (AGI) serta Jogja Creative Assosiation (JCA).

Memasuki hari pertama diadakannya IN.GAME, pengunjung  begitu masuk langsung disuguhi sederet karya game developer dalam sesi IN.GAME Expo baik dari game yang sudah dan akan dirilis.

Tercatat sebanyak 24 judul  game dan  game studio dari berbagai kota memadati booth yang disediakan panitia dalam IN.GAME Expo yang dihelat. Mereka datang dari Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Salatiga, Bali hingga Medan.

Dua puluh empat game developer indie tersebut adalah Mojiken Studio, Firebeast, DUST Studio, Own Games,  Maxi and TheGang, Clay Game Studio, Gambreng Games, 3-bro, Anoman Studio, Tamatin Studio, Enthrean Guardian, Miracle Gates Studio, Ekuator Games, Nggragas Studio, Tempa Labs, Wisageni, Raion Studio, Maulidan Games, Creacle Studio, UPsee Studio, Dandelion Team, magicbean,  Purpleink Entertainment dan NED Studio.
Peserta IN GAME Fest 2015

Seperti nama dan tujuannya IN.GAME Expo ini mayoritas diikuti oleh studio game indie di Indonesia dan studio game bentukan dari mahasiswa. Nama-nama seperti Agate, TouchTen, Toge Production, Tinker Games dkk tampak absen dalam acara ini.

Expo yang dimulai dari pagi hingga sore tersebut terlihat cukup banyak menyedot minat dan perhatian pengunjung. Setiap booth studio menyediakan game yang langsung dapat dimainan oleh pengunjung baik di PC maupun smartphone dan berinteraksi dengan pembuatnya.

Selain game, masing-masing booth peserta expo juga memajang merchandise seperti pin, stiker maupun poster yang berhubungan dengan karakter game mereka.

Setiap pengunjung yang hadir mendapatkan selembar daftar  audience choice award berisi 24 judul game. Pengunjung diminta untuk memilih satu dari dua puluh empat game yang menurut mereka layak menyandang gelar penghargaan dalam IN.GAME Award.

Diantara ramai sesaknya suasana IN.GAME Expo, tampak beberapa pelajar bangku sekolah menyempatkan datang pada acara ini untuk melihat seperti apa karya game developer peserta expo.

IN GAME Fest 2015 Pengunjung Pelajar

Selain pengunjung, terlihat beberapa studio game juga tampak mengunjungi booth dari studio lainnya untuk menjajal permainan dari teman seprofesinya di industri game indie. Suasana interaksi pengunjung dan game developer sangat terlihat sekali antusiasmenya.

Game developer asal pulau dewata, Bali ini mengungkapkan antusiasmenya mengikuti IN.GAME. “Acaranya ramai dan lebih besar kalau dibandingkan dengan expo yang pernah diadakan di Univ.Atmajaya Jogja beberapa waktu lalu,” ungkap Orlando, Co-founder Micracle Gates studio kepada HarianTI.com.

Tampak hadir juga dari kalangan kampus yang turut mengambil bagian dalam IN.GAME ini seperti MMTC Yogyakarta, D3 Animasi (Film & Game) dari ISI Yogyakarta.

Hari menjelang siang, serunya expo terus berjalan dengan hadirnya Deden Fahrudin perwakilan POKKT yang sedikit bercerita tentang pengalaman mereka membantu game developer lokal dengan platform monetizingnya.

Belum cukup sampai di situ, pameran game indie pertama dan terbesar di Yogyakarta ini juga menyediakan sesi showcase dari masing-masing studio game. Mereka diberikan waktu 120 detik untuk mempresentasikan game buatannya di hadapan pengunjung yang dipandu oleh Frida Dwi dan Rico sebagai host.IN GAME Fest 2015 sharing session dan showcase game

Menambah serunya expo juga diisi dengan selingan turnamen Ultra Space Battle Brawl yang diadakan Mojiken Studio cukup membuat “pecah” suasana JDV.

Berlanjut di malam pertama IN.GAME, panitia memberi suguhan sharing session yang dipandu oleh Gathot Fajar dari Creacle Studio dengan tiga narasumber Eka Pramudita Muharram (Mojiken Studio, Surabaya), Steven Aang (Firebeast Studio, Medan) dan Eldwin Viriya (Own Games, Bandung) dengan topik seputar pengalaman mereka meniti karir di industri game tanah air saat ini.

Menandai acara puncak IN.GAME hari pertama diakhiri dengan diumumkannya penghargaan dalam IN.GAME Awards. Dari 24 judul game yang masuk dalam nominasi, ternyata keluarlah enam judul game yang berhasil memboyong penghargaan untuk masing-masing kategori.

IN.GAME Awards adalah ajang penghargaan kepada game-game peserta IN.GAME Expo yang menghadirkan 6 kategori penghargaan, yaitu Best Game Art,  Best Game Audio,  Best Game Play, Best Game Narrative dan  Most Innovative Game. IN.GAME Awards akan menjadi acara puncak di hari pertama Indonesia Indie Game Festival.

Acara masih akan berlanjut hingga 16 Agustus 2015 dalam sesi IN. GAME Jam, sesi kolaborasi mengembangkan game dalam waktu 48 jam (JGJ48).

Meriah, ramai, guyub dan kompak adalah kesan yang tersirat dari peserta, komunitas, game developer hingga panitia dalam event IN.GAME Fest 2015 untuk yang pertama kalinya ini.

Sangat layak dan patut untuk terus ditunggu perhelatan akbar game developer lokal, IN.GAME tahun-tahun selanjutnya sebagai wadah dan perpanjangan tangan komunitas game developer lokal Indonesia membuktikan game besutan mereka adalah bagian dari industri game global.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: