Bagikan berita ini

Melalui platform analisis yang dikembangkannya, Stockbit memiliki target merevolusi informasi pasar saham Indonesia agar lebih efisien

HarianTI.com – Stockbit, platform analisis sosial untuk trader dan investor saham di Indonesia, (23/9/2015) mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan investasi tahap awal (seed funding) dari perusahaan modal ventura lokal Ideosource.

Tak diumumkan berapa jumlah investasi yang ditanamkan, namun  dari informasi yang diterima HarianTI.com dana tersebut akan digunakan untuk memperluas ekpansi Stockbit ke ranah perangkat bergerak (mobile ) sekaligus untuk mengembangkan produk, mendorong pemasaran, dan perekrutan.

Stockbit menyediakan opsi baru kepada investor retail seperti data finansial dengan kualitas institusi, fitur screener saham, dan aplikasi charting yang menunjukkan harga dan indikator lainnya secara real time.

Trader dan investor bisa menggunakan alat analisis canggih Stockbit untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik di Bursa Efek Indonesia (IDX).

Perusahaan telah merevolusi cara masyarakat melakukan riset dan analisis di pasar saham. Dengan Stockbit, pengguna dapat menyimpan semua analisis mereka secara online dengan sistem cloud, dan membuat keputusan investasi profesional di mana saja.

Selain kemampuan untuk memantau pasar saham dari mana saja, investor juga dapat berbagi analisis dan mendiskusikan sentimen pasar terbaru secara real time di platform jejaring sosial Stockbit. Untuk pertama kalinya, sesama investor di Indonesia dapat berkomunikasi dan mengikuti apa yang investor lain sedang lakukan dari dalam platform.

“Stockbit cukup menarik karena mereka bisa memberikan ranah permainan yang lebih adil antara investor institusi dan retail di Indonesia,” ujar Andrias Ekoyuono, VP of Business Development di Ideosource. “Mereka juga berada di pasar yang akan berkembang pesat kedepannya, hal ini tercermin dari target Otoritas Jasa Keuangan yang ingin menarik hingga lima juta investor retailpada tahun 2017.”

TIm Stockbit
Tim Stockbit: kiri depan Wellson Lo, kanan depan: Johny Susanto

“Pasar saham Indonesia, seperti yang terjadi di banyak negara berkembang, tidaklah efisien. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya data yang tersedia dan teknologi yang gampang diakses,” jelas Wellson Lo, Co-Founder dan CEO Stockbit. “Kami yakin bahwa dengan sebuah platform analisis online, yang didukung dengan data berkualitas, pasar akan bisa berkembang lebih cepat melalui kolaborasi analisa yang lebih baik. Dengan alat dan komunitas yang mendukung, kami percaya bahwa Stockbit memiliki potensi untuk merevitalisasi industri ini dalam jangka panjang.”

Stockbit diciptakan oleh dua teman yang bertemu di Melbourne. Wellson memiliki latar belakang finansial dan pernah bekerja di KPMG Singapura, sedangkan Johny Susanto selaku Co-Founder dan CTO bekerja sebagai full-stack engineer. Kemampuannya sebagai programmer front-end dan back-end terkumpul dari pengalamannya bekerja di Australia dan Indonesia selama sembilan tahun.

Stockbit memperoleh pendapatan melalui model langganan freemium. Fitur yang ditawarkan dklaim sebanding dengan fitur dimiliki Bloomberg Terminal, dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Saat ini, hampir 10% dari total investor retail terdaftar di Indonesia merupakan pengguna Stockbit, dan mereka rata-rata menghabiskan waktu 8 menit setiap kunjungannya. Perusahaan mencatat 15 persen pertumbuhan organik tiap bulannya dalam hal jumlah pengguna unik.

Dalam waktu dekat, Stockbit akan meluncurkan aplikasi Android dan iOS yang sudah diidamkan penggunanya. Mereka juga akan menyediakan jasa broker agar pengguna dapat berinvestasi langsung melalui Stockbit. Semua ini sejalan dengan visi sang startup yaitu menyediakan platform terintegrasi yang lengkap agar investor di Indonesia dapat berkembang di pasar saham lokal.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: