Bagikan berita ini
Tim Snapcart, terima dana investasi seri A
Snapcart, terima dana investasi Pre-Series A dari Wavemaker Partners, SPH Media Fund, SMDV, dan Ardent Capital.

HarianTI.com – Aplikasi mobile cashback asal Indonesia Snapcart hari ini mengumumkan perolehan pendanaan pre-series A yang mencapai nominal $1,675,000 dolar AS. Sejumlah invetor yang ikut dalam pendanaan ini adalah Wavemaker Partners, SPH Media Fund, SMDV, dan Ardent Capital.

“Traksi yang kami dapatkan sejak masa pra rilis hingga resmi dirilis juga menakjubkan dengan 12,000 pengunduhan aplikasi tanpa ada kampanye marketing apapun. Dalam waktu yang relatif singkat kami juga berhasil bekerja sama dengan lebih dari 35 brand, termasuk brand dari Procter & Gamble dan Unilever,” jelas Reynazran Royono, CEO dan pendiri Snapcart dalam ketrangan tertulisnya.

Sejak diluncurkan pada 2 September 2015, traksi Snapcart telah bertumbuh cepat hingga lebih dari 150,000 download dan lebih dari 85,000 pengguna aktif bulanan. Layanan Snapcart diklaim mendapat respon positif dari konsumen di Indonesia.

Rencana Ekspansi Snapcart di Asia Tenggara dan Layanan Baru

Snapcart juga berencana untuk melakukan ekspansi ke setidaknya dua pasar lain di Asia Tenggara, dimulai dengan Filipina pada awal tahun 2016. Dengan dana sebesar ini, Snapcart akan menggunakannya untuk membangun produk-produk baru termasuk fitur video engagements dan perangkat dashboard analitik.

Fitur-fitur ini akan mengakomodasi brand dengan platform yang mereka butuhkan untuk melihat perilaku konsumen mereka secara real-time, serta membantu brand untuk memformulasikan rencana marketing mereka selanjutnya. Sebagai tambahan,

Pemimpin Riset Pasar P&G Bergabung dengan Snapcart

Mayeth Condicion, mantan direktur riset Procter & Gamble, baru saja bergabung dengan Snapcart sebagai Chief Data Officer and Co-Founder. Dengan pengalamannya yang ekstensif selama 17 tahun di bidang analitik selama di P&G dan wawasan konsumen di Asia, Mayeth akan memperkuat layanan untuk klien serta memimpin operasi di Filipina.

“Memanfaatkan basis pengguna Snapcart yang besar dan bertumbuh cepat memberikan kami kemampuan untuk mempertemukan teknologi, ilmu data dan pemahaman konsumer, sehingga menghasilkan shopper insights yang lebih baik,” ujar Mayeth.

Langkah Pengembangan Produk Snapcart

“Tahap pertama pengembangan kami lebih difokuskan kepada pengumpulan data massal dan akuisisi pengguna, aktivasi, dan engagement. Sekarang, dengan lebih dari seribu struk yang diterima setiap harinya, kami ingin menyempurnakan sistem otomatisasi dan meng-upgrade aplikasi yang ada. Di Indonesia, ada banyak format struk yang berbeda, bahkan di dalam waralaba ritel yang sama, sehingga menjadikannya lebih sulit untuk diotomatisasi. Ini adalah tantangan yang ingin kami atasi di tahap berikutnya,” ungkap Laith Abu Rakty, CTO, Snapcart.

Potensi Big Data dan kemampuan mengolah targeted engagements menjadi fator Snapcart memiliki nilai tambah sebagai platform B2B.

“Kemampuan untuk melakukan targeted engagements, dan juga potensial big data, menjadikan Snapcart sebagai sebuah platform B2B yang unik di Asia Tenggara,” jelas Paul Santos dari Wavemaker Partners.

Bagikan berita ini

Silakan Komentar Anda: